Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kasus-Kasus Peretasan Hacker Paling Menggemparkan

Kasus-Kasus Peretasan Hacker Paling Menggemparkan.jpg

Hacker atau dalam bahasa Indonesianya disebut peretas ini adalah orang yang mempelajari, menganalisis, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan.

Ada dua jenis hacker yakni white hat hacker dan black hat hacker. White hat hacker adalah tipe peretas yang menerobos sebuah sistem untuk mencari kelemahan atau celah dari sistem tersebut yang nantinya dilaporkan kepada pihak terkait agar kelemahan atau celah tersebut bisa diperbaiki, sementara black hat hacker adalah peretas yang melakukan peretasan untuk mencari keuntungan bagi dirinya sendiri atau mengacaukan sistem tersebut, black hat hacker juga biasa disebut cracker. Simpelnya white hat hacker adalah peretas yang baik dan black hat hacker adalah peretas yang jahat.

Namun, justru black hat hacker yang membuat nama hacker dikenal luas oleh masyarakat. Aksi-aksi mereka yang menimbulkan kekacauan lebih tersorot media, itulah juga kenapa konotasi hacker terkesan buruk bahkan dianggap sebagai kriminal di mata masyarakat. Melakukan peretasan terhadap sebuah sistem memang dianggap sebagai aksi kriminal.

Ada beberapa kasus peretasan menghebohkan yang pernah terjadi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kasus peretasan apa saja itu?

Berikut Kasus-Kasus Hacking Paling Menggemparkan di Dunia


Peretasan Satelit oleh Hacker Indonesia

Jim Geovedi.jpg
Jim Geovedi, hacker asal Indonesia yang meretas satelit

Jim Geovedi adalah seorang peretas berkebangsaan Indonesia. Ia lahir pada 28 Juni 1979 di Bandar Lampung. Jim mengenal komputer dan internet dari seorang pendeta, kemudian ia mendalaminya dari para peretas di internet.

Jim pernah menjadi pembicara soal isu keamanan satelit di BBC News. Menurut pengakuannya pada Deutsche Welle, Jim berhasil menggeser satelit Cina dan mengubah rotasi satelit Indonesia. Hal itu sempat membuat kehebohan lantaran tak mudah mengembalikan satelit ke posisi semula. Untunglah mereka memiliki bahan bakar cadangan yang cukup untuk mengembalikannya ke posisi semula.

Peretasan Situs KPU


KPU (Komisi Pemilihan Umum) adalah lembaga negara yang menyelenggarakan pemilihan umum di Indonesia. Situs KPU dulu pernah diretas oleh seorang hacker Indonesia bernama Dani Firmansyah atau dikenal juga dengan nama Xnuxer. Ia merubah gambar partai-partai peserta pemilu yang menggemparkan banyak pihak. KPU langsung melaporkan kejadian tersebut pada pihak kepolisian dan menyewa Jim Geovedi untuk melacak sang peretas.

Saat Dani tertangkap ia mengaku hanya ingin mengetes kemanan situs KPU saja tanpa ada muatan politik. Namun, aksinya tersebut tetap membuat dirinya mendapat hukuman. Dani diganjar kurungan penjara selama 6 bulan 21 hari oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat.

Peretasan Situs KPU Jakarta Barat


Situs KPU Jakarta Barat juga pernah diretas pada Februari 2017 silam. Hacker dengan kode nama Al1337w0rm ini merubah tampilan situs dengan pernyataan siapa pun pemenang calon Gubernur Jakarta nantinya, agar dapat memenuhi segala janji seperti yang mereka ucapkan.

Peretasan Situs KPAI


KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dulu pernah mendukung pemblokiran 15 game yang menurut mereka memiliki konten kekerasan dan seksual yang tidak cocok untuk anak di bawah umur. Tentu saja para gamer di Indonesia tidak setuju akan hal itu, bahkan di media sosial beberapa pihak membuat gerakan I Play Games untuk menentang wacana tersebut.

Situs KPAI akhirnya menjadi target seorang peretas dengan nama samaran Skeptix yang sepertinya juga tidak setuju dengan pemblokiran 15 game tersebut. Sang hacker meninggalkan pesan di situs KPAI, “Zuhahaha... You’re drunk? Fix ur sec first b4 talking about game”, yang kurang lebih artinya “kau mabok? Perbaiki dulu keamanan (situs) kalian sebelum berbicara tentang game”. KPAI sempat melaporkan kejadian ini pada pihak berwenang namun kabar pengusutan peretasan tersebut tidak terdengar lagi sampai sekarang.

Peretasan Situs Telkomsel

Logo Telkomsel.png
Logo Telkomsel

Pada April 2017, seorang peretas melakukan defacing ke situs Telkomsel. Deface atau defacing dalam dunia peretasan adalah merubah tampilan sebuah situs dengan cara peretasan. Saat itu situs Telkomsel tampilannya berubah dan menampilkan kata-kata yang merupakan pesan dari si hacker dimana si hacker merasa harga paket internet Telkomsel terlalu mahal.

Telkomsel memang memiliki paket internet yang terbilang mahal dibanding yang lain. Wajar saja, karena jaringan Telkomsel saat ini merupakan yang paling luas, mungkin harga tersebut menyesuaikan dengan cakupan jaringannya yang luas.

Peretasan Situs Universitas Islam Indonesia


Situs Universitas Islam Indonesia dulu pernah diretas oleh seorang hacker yang menyampaikan pesan jika laporan bug di situs tersebut tidak ditanggapi dengan serius oleh pihak kampus.

Kasus Peretasan Situs Pegipegi

Logo Pegipegi.jpg
Logo Pegipegi

Situs jasa layanan penginapan dan transportasi liburan Pegipegi juga pernah kena retas oleh seorang hacker. Namun, sepertinya hacker yang meretas situs tersebut jenis white hat hacker karena sang peretas hanya menyampaikan pesan bahwa situs tersebut memiliki banyak permasalahan dan disarankan untuk segera memperbaikinya.

Kasus Peretasan Situs Kabupaten Bekasi


Kasus peretasan yang terjadi pada Maret 2017 ini memiliki motif yang terbilang konyol. Si hacker meretas situs Kabupaten Bekasi karena dirinya kesal kena tilang dan harus membayar denda sebesar Rp300 ribu. Haduh...

Perang Hacker Indonesia Vs. Australia


Aksi saling retas sempat terjadi antara hacker Indonesia dan hacker Australia. Kejadian ini bermula ketika aksi spionase oleh badan intelijen Australia terhadap presiden Indonesia saat itu yakni Susilo Bambang Yudhoyono terbongkar setelah dibocorkan oleh Edward Snowden, mantan pegawai National Security Agency. Para peretas Indonesia yang tergabung dalam Anonymous Indonesia melakukan peretasan ke beberapa situs bisnis dan pemerintah Australia. Hacker dari Australia tidak terima akan aksi peretasan tersebut karena targetnya yang acak. Para hacker Australia pun melakukan pembalasan dengan meretas balik situs korporasi dan pemerintah Indonesia dari mulai situs KPK sampai situs portal berita Detik.

Peretasan Sony Pictures Entertainment

Logo Sony Pictures.jpg
Logo Sony Pictures

Sony Pictures Entertainment merupakan perusahaan bagian dari Sony Corporation yang berfokus di dunia perfilman ini pernah menjadi korban peretasan sekelompok hacker bernama Guardians of Peace. Kelompok ini berhasil membobol sistem perusahan dan mencuri banyak data lalu menyebarkannya. Jumlah data yang disebarkan sebesar 40GB itu termasuk data medis karyawan, gaji, tinjauan kinerja, bayaran untuk para artis, nomor jaminan sosial, serta salinan beberapa film yang belum dirilis. Para peretas mengaku masih menyimpan banyak data dari aksi peretasan tersebut yang kabarnya sebesar 100TB, 40GB yang sudah mereka sebar luaskan hanyalah sebagian kecil dari data yang mereka curi.

Peretasan PlayStation Network

Logo PlayStation Network.png
Logo PlayStation Network

Lagi-lagi Sony kecolongan, kali ini giliran divisi game mereka yang kena retas.

Seorang hacker terkenal bernama George Hotz dulu pernah meretas PlayStation 3 yang mana saat itu katanya PlayStation 3 tidak bisa diretas. Hotz menjadi yang pertama kali meretasnya dan membuat orang-orang bisa memainkan game bajakan. Sony sempat menuntut Hotz namun kedua belah pihak setuju untuk tidak membawa kejadian tersebut ke jalur hukum dengan syarat Hotz tidak melakukan hal yang serupa di kemudian hari.

Namun, aksi peretesan Hotz tidak seberapa jika dibandingkan aksi peretasan yang menimpa Sony pasca aksi peretasan Hotz tersebut. PlayStation Network lumpuh selama kurang lebih satu bulan. Hotz sempat dituduh sebagai dalang atas aksi itu namun kemudian ia menyangkalnya. Ternyata aksi peretasan tersebut dilakukan oleh kelompok hacker bernama LulzSec. Mereka berhasil mendapatkan data dari 77 juta pengguna PlayStation Network termasuk alamat, email, nama pengguna, kata sandi, dan pertanyaan keamanan. Yang lebih parah lagi, ada sekitar 12 ribu data kartu kredit yang juga dicuri.

Peretasan Perusahaan Adobe


Perusahaan Adobe adalah perusahaan besar asal Amerika yang memproduksi berbagai perangkat lunak komputer, salah satu produk mereka yang paling terkenal adalah Adobe Photoshop. Adobe pernah diretas pada tahun 2013 dimana mereka kecolongan data sekitar 150 juta akun dan 2,9 juta kartu kredit. Kasus peretasan ini sangat besar dan membuat Adobe menawarkan sistem credit monitoring kepada user mereka yang terkena imbasnya.

Kasus Peretasan Perusahaan Anthem


Anthem yang merupakan salah satu perusahan asuransi terbesar di Amerika Serikat ini pernah diretas pada Februari 2015. Lebih dari data 80 juta costumer dicuri dalam aksi tersebut. Beberapa data yang dicuri termasuk nomor jaminan sosial, informasi pribadi dan rincian pekerjaan. Penyelidikan yang dilakukan menemukan bahwa hacker yang menjadi dalang serangan itu mungkin telah bekerja atas nama pemerintah Cina.

Peretasan Informasi Pelanggan The Home Depot


Perusahaan retail The Home Depot pada September 2014 mengumumkan bahwa telah terjadi peretasan terhadap perusahaan mereka. Ada sekitar 53 juta alamat email dan 57 juta kartu kredit serta kartu debit pelanggan yang dicuri.

Sang peretas sudah masuk ke dalam sistem komputer perusahaan sejak April dengan memanfaatkan informasi yang dicuri dari vendor pihak ketiga. Sayangnya, baru lima bulan kemudian pihak perusahaan tahu kalau sistem komputer mereka sudah dijebol.

Peretasan-Peretasan Bitcoin

Logo bitcoin.jpg
Logo bitcoin

Bitcoin adalah salah satu cryptocurrency yang ada saat ini dan menjadi salah satu mata uang digital paling terkenal. Transaksi bitcoin sangat sulit dilacak karena itulah bitcoin sering dipakai untuk transaksi barang-barang ilegal di Dark Web.

Baca juga: Apa Itu Deep Web, Dark Web, dan Dark Net?

Salah satu situs Dark Web yang menggunakan bitcoin sebagai metode transaksinya adalah Silk Road. Situs ini menjual barang-barang terlarang seperti narkoba. Situs Silk Road 2.0 pernah mengalami peretasan bitcoin dan membuat mereka kehilangan 4.400 bitcoin yang sama dengan $39,8 juta.

"Keringat saya mengucur deras seiring mengetik kabar ini. Saya harus mengabarkan sesuatu yang umum terjadi di komunitas ini: kami telah diretas," tulis administrator situs tersebut.

Setelah kejadian tersebut, aksi peretasan bitcoin kembali terjadi. Seseorang melakukan peretasan bitcoin menggunakan Pony botnet. Ia berhasil membajak sekitar 85 dompet virtual dan menambang uang digital senilai $220 ribu.

Salah satu peretasan bitcoin paling menghebohkan dengan jumlah kerugian fantastis adalah peretasan terhadap situs bitcoin exchange, Mt. Gox. Situs ini bermarkas di Shibuya, Tokyo, Jepang, diluncurkan pada 2010 dan pada 2013 sampai 2014 Mt. Gox menangani 70% dari seluruh transaksi bitcoin di seluruh dunia.

Pada 2014, sekelompok hacker berhasil meretas sistem Mt. Gox dan mencuri data dari sekitar 400 akun dalam database mereka. Total kerugian dari aksi peretasan tersebut mencapai $470 juta atau sekitar Rp6,5 triliun dan membuat Mt. Gox ditutup serta menurunnya harga mata uang virtual.

Kasus Malware Regin


Pada 2011 dan 2013 terjadi sebuah aksi pembobolan sistem keamanan Uni Eropa dan sebuah operator telekomunikasi di Belgia. Ternyata, aksi pembobolan tersebut menggunakan sebuah malware bernama Regin yang baru diketahui beberapa tahun kemudian.

Regin adalah malware yang unik karena dirancang untuk tidak terdeteksi selama bertahun-tahun. Malware ini juga bisa menjadi alat mata-mata, membajak keseluruhan sebuah jaringan, serta bisa membuat sang peretas mengendalikan seluruh jaringan komunikasi.

Pembuat malware Regin sampai saat ini masih misterius, namun sebagian orang menuding badan intelijen Inggris Government Communication Headquarters (GCHQ) dengan bantuan National Security Agency (NSA) yang membuat malware tersebut.

Virus Stuxnet


Stuxnet adalah software yang mampu untuk mereplikasi dirinya sendiri dan mirip seperti virus atau bisa kita sebut dengan worm. Worm ini muncul selama serangan hacking pada beberapa supplier untuk program nuklir di Iran, menyebabkan banyak pabrik menjadi lumpuh dan menghambat negara untuk memperkaya uranium. Analisa yang dilakukan mengatakan kuat kalau worm sejenis ini adalah operasi gabungan antara Amerika Serikat dan Israel.

Virus yang Merusak Ribuan Mesin UNIX


Robert Tappan Morris adalah seorang mahasiswi di Cornell University yang juga merupakan mahasiswa dengan gelar ganda dari Harvard University. Pada tahun 1988, Dengan kemampuan serta pengetahuan yang dimiliki, ia mencoba untuk menguji seberapa luas dunia internet. Robert membuat sebuah virus untuk mengacaukan dunia internet dan ternyata virus tersebut berhasil. Virus yang diciptakannya ini berhasil menginfeksi 6.000 mesin UNIX, mengakibatkan semua mesin UNIX tersebut dimatikan dan kerugian sebesar jutaan dolar Amerika.

Akibat perbuatannya tersebut ia dijatuhi hukuman 3 tahun masa percobaan serta harus melakukan berbagai pelayanan publik. Teknologi yang digunakannya untuk membuat virus tersebut sekarang dipajang di Boston Museum of Science membuat nama Robert Tappan Morris sebagai hacker cukup dikenal. Robert sendiri saat ini bekerja sebagai profesor di Massachusetts Institute of Technology.

Serangan DDoS di Estonia


Pada tahun 2007, negara bagian Baltik yakni Estonia menjadi sorotan karena kasus serangan DDoS (Distributed Denial of Service) paling besar dan terkenal sepanjang masa. Polisi percaya bahwa hacker yang melakukan serangan ini ada hubungannya dengan Rusia. Dampak dari serangan ini, mereka terpaksa harus menutup beberapa situs pemerintahan dan berita outlet sampai tiga minggu, sementara serangan berikutnya menyebabkan seluruh sistem perbankan menjadi lumpuh, membuat orang-orang terpaksa berhenti untuk melakukan aktivitas transaksi.

Dikutip dari Wikipedia, DDoS adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan. Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.

Kasus Celah Keamanan di TweetDeck


Seorang remaja 19 tahun asal Austria menemukan ada celah kemanan pada TweetDeck, aplikasi yang populer digunakan untuk mengelola beberapa akun Twitter. Celakanya, celah tersebut bisa digunakan untuk membuat akun Twitter orang lain menjadi zombie.

Caranya adalah dengan mengirimkan sebuah kode JavaScript di dalam Tweet sehingga akun milik orang lain dipaksa untuk meng-retweet kicauan dari akun pengirim. Remaja itu sudah memberitahukan Twitter mengenai celah keamanan temuannya, sayangnya sudah ada orang lain yang memanfaatkannya sebelum celah tersebut diperbaiki.

The Fappening


The Fappening adalah kasus bocornya foto-foto "polos" para artis Hollywood. Salah satu yang menjadi sorotan adalah foto tanpa busana milik aktris Jennifer Lawrence, namun ada juga foto selebritas lain seperti Kate Upton, Kaley Cuoco, Hayden Panetierre, serta Kirsten Dunst.

Foto-foto yang kabarnya jumlahnya mencapai 500 foto tersebut tersebar luas setelah seorang hacker membagikannya di situs 4chan. Sang peretas mendapat foto-foto itu dengan cara menyusup ke dalam akun iCloud 100 orang artis. iCloud adalah layanan cloud storage buatan Apple, disini kita mungkin lebih mengenal Google Drive buatan Google ketimbang iCloud.

CEO Apple Tim Cook membantah bahwa iCloud bisa dibobol dengan mudah oleh peretas itu. Namun pasca kejadian tersebut, Apple meningkatkan keamanan iCloud dengan cara mengirim peringatan via email jika ada orang yang berusaha memindahkan isi penyimpanan ke wadah lain.

Snappening


Pasca peretasan The Fappening mereda, muncul peretasan Snappening. Ini adalah sebutan untuk kasus peretasan terhadap aplikasi berbagi foto Snapchat. Total ada 13 GB data, 98 ribu foto dan video milik pengguna Snapchat yang bocor ke publik. Semua foto itu disebarkan dalam situs 4chan, hingga akhirnya ada juga yang mengunggahnya ke layanan unduh peer-to-peer The Pirate Bay.

Kasus Peretasan Sistem Komputer NASA Untuk Pertama Kalinya

Logo NASA.jpg
Logo NASA

Jonathan James terkenal di tahun 1999 ketika ia menjadi orang pertama yang meretas sistem komputer NASA dan mendapatkan akses untuk mengambil informasi penting. Akibat aksinya itu NASA harus mematikan komputer mereka selama tiga minggu dan membuat kerugian sebesar $41 ribu.

Apa yang menjadikan kasusnya sangat mengesankan dan diingat banyak orang adalah karena pada waktu itu Jonathan atau dikenal juga dengan julukannya yakni Comrade masih berusia 15 tahun sehingga menimbulkan banyak pertanyaan kepada staff security yang dipekerjakan oleh pemerintah.

Kasus Peretasan Terhadap Militer Amerika Serikat dan NASA Untuk Mencari Bukti Adanya UFO


UFO atau biasa kita menyebutnya sebagai piring terbang memang masih diperdebatkan keberadaannya. NASA adalah pihak yang paling sering disebut jika kita berbicara tentang UFO, tak heran karena NASA sendiri memang kerjaannya adalah meneliti luar angkasa.

Seorang peretas bernama Gary McKinnon mungkin adalah salah satu orang yang paling penasaran akan keberadaan UFO sampai-sampai ia meretas 97 jaringan militer Amerika dan NASA untuk mencari tahu keberadaan UFO pada kurun waktu 2001 sampai 2002. Ia menginstal virus dan menghapus beberapa file penting di dalamnya. Aksinya disebut-sebut sebagai "hacking komputer militer terbesar sepanjang masa" karena membuat 2000 sistem komputer lumpuh dan tak dapat digunakan dalam waktu yang lama.

Kabarnya Gary sempat mendapatkan akses untuk gambar dari pesawat alien, namun berakhir gagal karena masalah koneksi. Selain UFO, Gary juga mencari bukti adanya teknologi anti gravitasi yang sedang dikembangkan militer Amerika.

Hacker Cina Meretas Database Militer Amerika


Amerika Serikat dan Cina dikenal memang memiliki hubungan kurang baik, meskipun keduanya tidak secara langsung mangatakan saling bermusuhan. Kedua negara selalu berlomba untuk menjadi yang terdepan perihal teknologi.

Pada 2014, beberapa hacker dari Cina diketahui meretas database militer Amerika Serikat dan berhasil mencuri hasil desain dari lebih 20 sistem senjata militer yang dimiliki Amerika Serikat.

Baca juga: Daftar Domain-Domain Termahal di Dunia

Peretasan Data Orang-Orang Penting di Jerman oleh Pemuda 20 Tahun


Pada akhir 2018 Jerman dihebohkan dengan bocornya data dari orang-orang penting di Jerman dari mulai selebritas, youtuber, politisi, Kanselir Jerman, Angela Merkel sampai Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier. Pelakunya ternyata adalah seorang pemuda berusia 20 tahun. Pelaku membagikan data-data tersebut di Twitter yang meliputi nomor telepon pribadi, korespondensi email, foto keluarga, dan lain-lain.

Pihak berwajib sudah menangkap hacker dengan nama samaran G0t dan Orbit tersebut. Si pelaku mengaku kesal atas pernyataan-pernyataan yang dibuat para korbannya tersebut hingga ia memutuskan untuk melakukan peretasan terhadap data-data mereka dan membagikannya ke publik.

Itulah tadi daftar kasus-kasus hacking paling menggemparkan di dunia. Semakin maju teknologi akan semakin banyak cyber crime yang akan terjadi, kita tak bisa menghindari hal tersebut.

Saya bukan ahli keamanan TI jadi saya tidak bisa menyarankan banyak hal agar terhindar dari peretasan. Setidaknya lakukan hal-hal yang umum dilakukan agar terhindar dari peretasan, seperti selalu memasang aplikasi anti virus di ponsel atau komputer kalian, jangan sembarangan menggunakan Wi-Fi publik, gunakan kata sandi yang benar-benar acak dan sulit ditebak serta jangan lupa tambahkan kombinasi angka, dan jangan sembarangan meminjamkan komputer atau ponsel kalian kepada orang asing.

Sumber referensi:
www.wikipedia.org
www.tekno.kompas.com
www.idntimes.com
www.cerpin.com
www.codepolitan.com
www.trentech.id
www.m.detik.com
www.jatim.tribunnews.com

Sumber gambar:
www.1freewallpapers.com
www.id.techinasia.com
www.mastel.id
www.m.bisnis.com
www.kompas.com
www.pngimage.net
www.m.liputan6.com
www.kryptokenner.de

Keywords: kasus peretasan tiket.com, kasus peretasan kpu, kasus peretasan website telkomsel, kasus peretasan facebook, kasus peretasan di indonesia, kasus peretasan telkomsel, kasus peretasan sony pictures entertainment, peretasan adalah, peretasan akun instagram, peretasan e-commerce, peretasan situs pemerintah, peretasan email, peretasan menurut agama islam, jenis malware dala peretasan, penangkal peretasan, peretasan artinya

Posting Komentar untuk "Kasus-Kasus Peretasan Hacker Paling Menggemparkan"